Tampilkan postingan dengan label laba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label laba. Tampilkan semua postingan
Kamis, 30 Januari 2014
Jeli menimbang cita rasa laba dari toko kue
Takadeli Cake Boutique adalah salah satu pemain lama di bisnis kue. Berdiri pada 2003 lalu di Batam, Kepulauan Riau, Takadeli menawarkan produk kue berbagai rasa.
Walau berdiri sejak tahun 2003, Takadeli baru menawarkan konsep waralaba pada awal tahun 2010 silam. Hendarsyah, Business Manager Takadeli, menawarkan berbagai keunggulan bisnis bagi investor yang berminat.
Takadeli mengklaim memiliki resep kue yang oke dan menawarkan banyak varian produk dengan tekstur lembut. Karena itu, walau belum setahun menawarkan waralaba, sekarang sudah ada tiga terwaralaba yang bergabung. Mereka itu tersebar di Pekanbaru, Tanjung Pinang, hingga Ambon.
Selain para terwaralaba tersebut, Takadeli juga memiliki enam cabang, empat cabang di Batam dan dua cabang di Jakarta. "Kantor pusat yang baru di Menteng, Jakarta Pusat," kata Hendarsyah.
Takadeli menjual berbagai produk kue dengan bermacam-macam kategori. Ada kue ulang tahun atau birthday cake dengan 24 rasa, 3D cake, mini cake, dan seasonal cake untuk perayaan Idul Fitri, Natal, Valentine Day, Imlek, dan lain-lain. Selain itu, Takadeli juga membuat wedding cake, cup cake, full moon, dan pastisseries.
Dengan harga Rp 125.000 hingga Rp 5 juta per paket kue, Hendarsyah mengatakan, tokonya juga melayani dekorasi dan permintaan kue sesuai dengan keinginan konsumen.
Jika Anda berminat mencicipi laba bisnis kue yang ditawarkan Takadeli, Anda harus menyediakan investasi awal sebesar Rp 146 juta. Nilai investasi itu belum termasuk biaya sewa tempat dan perlengkapan gerai.
Selain mendapatkan hak penggunaan nama selama lima tahun, terwaralaba nantinya juga akan mendapat pasokan kue dan cake bentuk jadi setiap hari dari pusat. "Itu untuk menjamin kualitas dan standar Takadeli," ujar Hendarsyah.
Selain investasi awal, terwaralaba juga harus menyediakan tempat usaha seluas 20 m²-30 m². Lokasi usaha ini harus berada di pusat keramaian sehingga mampu menarik pembeli.
Setelah beroperasi, nantinya terwaralaba akan mendapatkan pembagian keuntungan 30% dari omzet, sedangkan Takadeli pusat akan mendapat pembagian keuntungan 70% per bulan dari omzet. Dengan target penjualan Rp 4 juta per hari, Hendarsyah memperkirakan waktu balik modal sekitar 24 bulan.
Walau persaingan bisnis kue cukup ketat, namun dia yakin tawaran usahanya berprospek cerah. Apalagi, selain terus mempertahankan kualitas, Takadeli juga terus berinovasi. "Inovasi sangat penting untuk mengatasi kejenuhan konsumen," tegasnya.
Amir Karamoy, Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia, mengakui bahwa bisnis kue masih sangat menjanjikan.
Takedeli memiliki segmen terbatas karena menawarkan produk kue dan cake dengan harga tinggi. Untuk itu, calon terwaralaba harus benar-benar memilih lokasi yang tepat, sesuai dengan segmen pasar menengah ke atas. "Harus punya relasi yang kuat dengan konsumen," kata Amir.
Tanpa lokasi dan relasi atau hanya mengandalkan penjualan langsung, Amir khawatir target Rp 4 juta per hari susah tercapai. Paket waralaba yang ditawarkan Takadeli juga kurang lama hanya lima tahun, padahal seharusnya minimal 10 tahun.
Takadeli Cake Boutique
Jl. Johar No. 34 Menteng
Jakarta Pusat
Telp: 021-2303366
Walau berdiri sejak tahun 2003, Takadeli baru menawarkan konsep waralaba pada awal tahun 2010 silam. Hendarsyah, Business Manager Takadeli, menawarkan berbagai keunggulan bisnis bagi investor yang berminat.
Takadeli mengklaim memiliki resep kue yang oke dan menawarkan banyak varian produk dengan tekstur lembut. Karena itu, walau belum setahun menawarkan waralaba, sekarang sudah ada tiga terwaralaba yang bergabung. Mereka itu tersebar di Pekanbaru, Tanjung Pinang, hingga Ambon.
Selain para terwaralaba tersebut, Takadeli juga memiliki enam cabang, empat cabang di Batam dan dua cabang di Jakarta. "Kantor pusat yang baru di Menteng, Jakarta Pusat," kata Hendarsyah.
Takadeli menjual berbagai produk kue dengan bermacam-macam kategori. Ada kue ulang tahun atau birthday cake dengan 24 rasa, 3D cake, mini cake, dan seasonal cake untuk perayaan Idul Fitri, Natal, Valentine Day, Imlek, dan lain-lain. Selain itu, Takadeli juga membuat wedding cake, cup cake, full moon, dan pastisseries.
Dengan harga Rp 125.000 hingga Rp 5 juta per paket kue, Hendarsyah mengatakan, tokonya juga melayani dekorasi dan permintaan kue sesuai dengan keinginan konsumen.
Jika Anda berminat mencicipi laba bisnis kue yang ditawarkan Takadeli, Anda harus menyediakan investasi awal sebesar Rp 146 juta. Nilai investasi itu belum termasuk biaya sewa tempat dan perlengkapan gerai.
Selain mendapatkan hak penggunaan nama selama lima tahun, terwaralaba nantinya juga akan mendapat pasokan kue dan cake bentuk jadi setiap hari dari pusat. "Itu untuk menjamin kualitas dan standar Takadeli," ujar Hendarsyah.
Selain investasi awal, terwaralaba juga harus menyediakan tempat usaha seluas 20 m²-30 m². Lokasi usaha ini harus berada di pusat keramaian sehingga mampu menarik pembeli.
Setelah beroperasi, nantinya terwaralaba akan mendapatkan pembagian keuntungan 30% dari omzet, sedangkan Takadeli pusat akan mendapat pembagian keuntungan 70% per bulan dari omzet. Dengan target penjualan Rp 4 juta per hari, Hendarsyah memperkirakan waktu balik modal sekitar 24 bulan.
Walau persaingan bisnis kue cukup ketat, namun dia yakin tawaran usahanya berprospek cerah. Apalagi, selain terus mempertahankan kualitas, Takadeli juga terus berinovasi. "Inovasi sangat penting untuk mengatasi kejenuhan konsumen," tegasnya.
Amir Karamoy, Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia, mengakui bahwa bisnis kue masih sangat menjanjikan.
Takedeli memiliki segmen terbatas karena menawarkan produk kue dan cake dengan harga tinggi. Untuk itu, calon terwaralaba harus benar-benar memilih lokasi yang tepat, sesuai dengan segmen pasar menengah ke atas. "Harus punya relasi yang kuat dengan konsumen," kata Amir.
Tanpa lokasi dan relasi atau hanya mengandalkan penjualan langsung, Amir khawatir target Rp 4 juta per hari susah tercapai. Paket waralaba yang ditawarkan Takadeli juga kurang lama hanya lima tahun, padahal seharusnya minimal 10 tahun.
Takadeli Cake Boutique
Jl. Johar No. 34 Menteng
Jakarta Pusat
Telp: 021-2303366
Minggu, 15 Desember 2013
Telinga Wanita Ini Menghitam Usai Digigit Laba laba Beracun

Nasib nahas harus dialami seorang wanita asal Belanda. Ia digigit oleh laba-laba beracun saat tengah liburan di Italia.
Telinga wanita berusia 22 tahun yang tidak disebutkan namanya itu, digigit laba-laba jenis Mediterranean recluse. Seperti dilansir laman Live Science, wanita tersebut mulanya tak tahu jika telah digigit laba-laba. Ia baru merasakan sakit pada telinganya saat bangun di pagi hari. blogger.com
Wanita itu kemudian mengunjungi rumah sakit lokal dan diberi obat antihistamin. Namun bengkak pada wajah dan nyeri di telinganya tak kunjung membaik.
Kondisi telinganya semakin memburuk saat ia kembali ke Belanda. Saat itu sebagian telinganya berubah menjadi hitam. Kondisi ini menunjukkan bahwa kulit dan sel-sel tulang rawan pada sebagian telinga telah mati.
Matinya jaringan tisu tersebut membuat dokter menyimpulkan bahwa sang wanita telah digigit editerranean recluse, jenis laba-laba yang bisa menghancurkan kulit dan lemak.
Seorang ahli bedah plastik Dr Marieke van Wijk menuturkan bahwa ini pertama kalinya ia melihat bisa laba-laba menghancurkan tulang rawan begitu pula kulit. Seperti dilansir laman Daily Mail, Dr van Wijk dan koleganya terpaksa mengangkat jaringan tisu yang telah mati dari telinga sang wanita dan menggantinya dengan tulang rawan yang diambil dari tulang rusuk.
blogger.com
Langganan:
Postingan (Atom)